Insights
Dresyamaya Fiona
•
8 Menit
MemBaca
•
Aug 12, 2026

Jika harus memilih logam mulia untuk dialokasikan saat ini, emas, perak, platinum, dan palladium menjadi empat pilihan utama berkat volume perdagangan, likuiditas, dan kedalaman pasarnya. Keempatnya diperdagangkan secara global melalui derivatif, ETF, dan pasar fisik.
Pada 2026, masing-masing memiliki dinamika berbeda, emas didukung pembelian bank sentral, perak menghadapi defisit pasokan, sementara platinum dan palladium dipengaruhi perubahan permintaan seiring pertumbuhan kendaraan listrik.
Apa yang mendorong aktivitas perdagangan masing-masing logam, dan mengapa keempatnya tetap menjadi logam yang paling banyak diperdagangkan pada 2026?
Emas tetap menjadi logam mulia yang paling aktif diperdagangkan pada 2026. Di COMEX, volume perdagangan hariannya setara sekitar 27 juta troy ounce, jauh melampaui logam mulia lainnya.
Selain digunakan untuk perhiasan, emas juga berperan sebagai penyimpan nilai dan instrumen diversifikasi portofolio bagi bank sentral, manajer investasi, dan investor individu.
Beberapa faktor yang terus mendukung aktivitas perdagangan emas meliputi:
Pasar emas menawarkan likuiditas tinggi dan perdagangan global hampir sepanjang waktu, sehingga menarik bagi investor institusional, hedge fund, proprietary trader, dan pelaku pasar komersial.
Permintaan bank sentral juga tetap kuat. World Gold Council mencatat pembelian 289 ton emas pada kuartal II 2026, naik 62% secara tahunan dan menjadi yang tertinggi untuk kuartal II. Harga emas juga mencapai rekor sekitar US$5.589 per troy ounce pada Januari 2026, sementara pembelian bank sentral sepanjang tahun diproyeksikan mencapai 700–900 ton.
Kondisi tersebut memperkuat peran emas sebagai aset safe haven global, meskipun kebijakan moneter AS, imbal hasil Treasury, dan geopolitik tetap memengaruhi pergerakan harga jangka pendek.
Baca juga: Bagaimana Kebijakan Moneter Memengaruhi Harga Komoditas?
Silver is typically the second most traded precious metal in 2026, and it earns that spot by playing two roles at once, an industrial commodity and an investment asset.
Unlike gold, silver demand comes from multiple industries, including:
Pada saat yang sama, investor juga kerap memperdagangkan perak sebagai alternatif emas, terutama ketika volatilitas pasar meningkat.
Perak cenderung mengalami pergerakan harga yang lebih besar dibandingkan emas, sehingga menarik bagi trader yang mencari volatilitas lebih tinggi sekaligus eksposur terhadap logam mulia.
Pada 2026, perak diproyeksikan mencatat defisit pasokan selama enam tahun berturut-turut. Menurut World Silver Survey dari Silver Institute, permintaan dari sektor tenaga surya, elektronik, kendaraan listrik, dan pusat data AI terus melampaui pasokan tambang.
Meski penggunaan perak per panel surya terus dikurangi, aplikasi industri masih menyumbang lebih dari setengah permintaan global, menjaga kondisi pasar fisik tetap ketat.
Platinum tetap menjadi salah satu logam yang paling banyak diperdagangkan, meskipun volumenya masih lebih kecil dibandingkan emas dan perak.
Nilai platinum dipengaruhi oleh berbagai sektor industri, terutama:
Pasokan platinum relatif terkonsentrasi, terutama di Afrika Selatan dan Rusia. Karena itu, gangguan terhadap produksi pertambangan dapat memberikan dampak signifikan terhadap harga.
Pasar platinum telah mengalami defisit pasokan selama beberapa tahun berturut-turut. Meningkatnya permintaan perhiasan di Tiongkok, di mana harga platinum diperdagangkan dengan diskon yang cukup besar dibandingkan emas, juga menjadi sumber dukungan tambahan bagi permintaan.
Bagi trader, platinum sering memberikan peluang yang didorong oleh perubahan permintaan industri, bukan semata-mata sentimen pasar keuangan.
Seperti yang disampaikan Eugenia Mykuliak dari B2PRIME Group, platinum dan palladium cenderung lebih responsif terhadap aktivitas pabrik dan industri otomotif dibandingkan keputusan bank sentral. Hal ini berbeda dengan emas dan perak yang umumnya lebih sensitif terhadap suku bunga dan kebijakan moneter.
Palladium memiliki peran penting dalam sektor otomotif, terutama karena banyak digunakan pada catalytic converter untuk mengurangi emisi kendaraan.
Meskipun volume perdagangan palladium lebih rendah dibandingkan emas atau perak, logam ini tetap aktif diperdagangkan karena pergerakan harganya secara historis cukup volatil dan pasokannya terbatas.
Volatilitas tersebut semakin meningkat seiring pertumbuhan kendaraan listrik yang mengurangi prospek permintaan jangka panjang terhadap catalytic converter. Para analis juga memiliki pandangan yang berbeda mengenai arah pasar palladium.
Sebagian memperkirakan defisit palladium masih akan berlanjut hingga 2026, sementara pihak lain memperkirakan pasar akan beralih menuju surplus seiring semakin cepatnya adopsi kendaraan listrik.
Pasar Palladium sangat di pengaruhi oleh:
Karena pasokan palladium terkonsentrasi di sejumlah negara produsen, terutama Rusia dan Afrika Selatan, gangguan yang tidak terduga, baik akibat faktor geopolitik maupun operasional, dapat menciptakan volatilitas harga yang signifikan.
Sejumlah tema ekonomi makro terus memengaruhi aktivitas perdagangan logam mulia sepanjang tahun ini.
Suku bunga yang lebih rendah umumnya meningkatkan daya tarik aset yang tidak menghasilkan imbal hasil, seperti emas dan perak. Sebaliknya, suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan minat investor terhadap aset tersebut.
Hubungan antara suku bunga dan logam mulia menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan ketika menganalisis logam yang paling banyak diperdagangkan. Untuk melihat hubungan ini lebih detail, lihat Bagaimana Logam Mulia Bereaksi terhadap Inflasi dan Suku Bunga.
Inflasi yang terus bertahan dapat mendorong investor mengalokasikan sebagian portofolionya ke logam mulia sebagai salah satu bentuk penyimpan nilai.
Ketidakpastian geopolitik sering kali meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, terutama emas. Ketika risiko geopolitik meningkat, investor cenderung mencari aset yang dianggap dapat membantu melindungi nilai portofolio
Perak, platinum, dan palladium memiliki hubungan erat dengan aktivitas manufaktur, investasi energi bersih, dan produksi otomotif. Karena itu, perkembangan sektor-sektor tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap permintaan dan harga.
Sebagian besar logam mulia dihargai dalam dolar AS, perubahan kekuatan dolar dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap permintaan dan harga logam mulia di pasar global.
Likuiditas merupakan salah satu keunggulan terbesar yang ditawarkan logam mulia kepada trader. Faktor inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa emas, perak, platinum, dan palladium mendominasi volume perdagangan logam mulia.
Likuiditas yang tinggi umumnya memberikan:
Karakteristik ini penting bagi investor institusional yang mengelola posisi besar dan strategi hedging yang kompleks. Bagi investor ritel, likuiditas juga membantu melalui spread yang lebih sempit, eksekusi lebih cepat, dan biaya transaksi yang lebih efisien.
Banyak investor profesional memasukkan logam mulia sebagai bagian dari alokasi komoditas yang lebih luas.
Sebagai contoh, logam mulia memiliki target bobot sebesar 18,84% dalam Bloomberg Commodity Index (BCOM) untuk 2026. Emas sendiri memiliki target bobot sebesar 14,90%, menjadikannya alokasi komoditas terbesar dalam indeks tersebut, sementara perak juga menjadi salah satu komponennya.
BCOM membatasi bobot setiap komoditas individual hingga 15% dari indeks. Dengan demikian, bobot emas yang berada sangat dekat dengan batas tersebut menunjukkan besarnya peran logam mulia dalam eksposur komoditas indeks.
Daripada hanya mengandalkan satu jenis logam, eksposur yang terdiversifikasi dapat membantu investor menyeimbangkan karakteristik defensif dengan peluang pertumbuhan industri dalam kondisi pasar yang berbeda.
Baca juga: Apa Itu Investasi Berkelanjutan di Pasar Global?
Emas tetap mendominasi perdagangan berkat likuiditas tinggi dan perannya sebagai aset safe haven. Perak menawarkan eksposur terhadap permintaan industri dan investasi, sementara platinum dan palladium lebih terkait dengan kebutuhan manufaktur dan perkembangan teknologi.
Keempatnya emas, perak, platinum, dan palladium memiliki karakteristik serta faktor penggerak yang berbeda. Memahami perbedaan tersebut penting untuk menentukan strategi yang sesuai dengan tujuan investasi.
Pantau harga dan perkembangan pasar logam mulia melalui ACM Exchange sepanjang 2026 untuk memahami dinamika pasar lebih lanjut.